Renjana Rindu

Renjana Rindu


Dinaungi langit sendu, 
Dua bola matanya menjadi saksi, dua insan bercengkrama,
Meski, gaungnya samar tertangkap indera,
Namun, kalimat-kalimat langit lebih jujur terdengar setia.

Alangkah lebih nikmat bukan?
Daripada yang bercengkaram di tanah bayang-bayang,
Yang nuraninya merisaukan perjanjian sunyi,
Dan kalbu yang menyembunyikan rindu, rengkuhan sang ''arakata''.

Dalam doa yang tak putus dilangitkan,
Dan bersitahan pada sabar yang entah batasnya,
Dunia pun membisikkan,
Di belahan penjuru lain, ''arakata-arakata'' itu dapat menjelma menjadi setan-setan kelaparan.

Kemudian, sang hamba terus bertanya,
Apa yang langit rahasiakan padanya?
Mungkin ini jalan-Nya agar sang hamba tak lupa bercengkrama dengan Rabbnya,
Dan teruntuk ''arakata'' semoga engkau tak terlambat dipertemukan bersama renjana rindumu.


(Risya Azkia, 2020)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seroja

Senandika