Senandika
Senandika Hai, bagaimana kabarnya? Maaf, lama tak menyapa, Semoga syukur kian hidup dalam sanubari, Sebab kalam-Nya setia menerangi nurani. Untuk daksa dan sukma, Atas rasa dan karsa, Akan taufan yang bersua, Terimakasih telah menjadi derana. Memandangnya, duduk dalam ruang bergaya indis, Dalam dekapan para permata jiwa, Menikmati raut surga dan siulan belibis, Berpilarkan ikhtiar dan berjendelakan doa. Tuhan telah menulis rapi rencana-Nya, Jemputlah karunia-Nya dan pulanglah kala bersua alpa, Kenali dirinya, maka kenallah Tuhannya, Sampai nanti, sejarahnya kan dikenang oleh masa. (Risya Azkia, 2023)