Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Candramawa

Candramawa Sinarnya tampak tak segemerlap rembulan, Namun, gelapnya jua tak sekelam duka, Diantaranya masih kujumpai candramawa, Pusaran yang membawa arusnya setia. Relung jiwanya berbisik, ingin memeluk rembulan, Tuk memanjakan hasrat yang bertuan, Senada dengan akal yang diperbudak oleh nafsu, Sayangnya,  semesta tak kuasa melangkahkan sejengkal ruang kenaifan. Hitam, merundung sukmanya dan membilurkan jiwanya, Laksana ombak, terombang-ambing dalam ketaksaan dunia, Mengapa candala terhadap candramawa? Padahal sejatinya, ''ia'' mampu melangitkan asa dan menghempaskan ilusi. Karena hakekatnya, surya terbit di ufuk timur cakrawala, Rembulan nampak di dalam gelap, Dan Sang An-Nuur akan memberikan cahayanya, Teruntuk ''insan candramawa'' janganlah ingkar terhadap sabda-Nya, dan berkawanlah dengan syukur, sebab Ilahi setia tak pernah ingkar. (Risya Azkia, 2020)